PEDOMAN SUARA, MAKASSAR – Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026) malam.
Politisi senior Partai Golkar itu ditetapkan sebagai ketua terpilih setelah menjadi calon tunggal. Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memutuskan membatalkan pencalonannya, sehingga proses pemilihan berlangsung secara aklamasi.
Keputusan tersebut dibacakan oleh pimpinan sidang Musda dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Mustafa Raja, yang sekaligus menetapkan IAS sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih dan Ketua Formatur penyusunan kepengurusan periode 2026–2031.
Penetapan itu disambut tepuk tangan meriah para peserta Musda yang memadati ruang sidang. Selanjutnya dibentuk tim formatur yang terdiri atas lima orang, yakni perwakilan DPP Partai Golkar, Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih Ilham Arief Sirajuddin, dua perwakilan DPD II Golkar dari Kabupaten Luwu dan Bone, serta satu perwakilan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).
Usai pembentukan formatur, dilakukan penyerahan pataka Partai Golkar kepada IAS sebagai simbol dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Golkar Sulawesi Selatan.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, IAS langsung memaparkan target politik yang menjadi fokus kepengurusannya selama lima tahun ke depan. Sesuai komitmennya dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, ia menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif hingga 50 persen di seluruh tingkatan.
“Harapan Ketua Umum Golkar untuk meningkatkan perolehan kursi di seluruh tingkatan telah menjadi komitmen saya. Insya Allah, Sulawesi Selatan di setiap tingkatannya akan ada peningkatan kursi sebanyak 50 persen,” tegas IAS.
Secara rinci, IAS menargetkan perolehan kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan meningkat dari empat kursi menjadi minimal enam kursi pada Pemilu mendatang.
Sementara itu, untuk DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Golkar ditargetkan meningkatkan perolehan dari 14 kursi menjadi 21 kursi.
Di tingkat DPRD kabupaten dan kota, IAS memasang target yang lebih tinggi dengan mendorong peningkatan jumlah kursi dari 138 menjadi hampir 200 kursi di seluruh Sulawesi Selatan.
Menurut IAS, target tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama seluruh struktur partai, mulai dari DPP, DPD I, hingga DPD II di kabupaten dan kota.
Ia menegaskan bahwa sinergi, konsolidasi, dan kolaborasi menjadi kunci utama untuk memperkuat mesin partai dalam menghadapi agenda politik lima tahun mendatang.
IAS juga mengungkapkan telah menyerahkan roadmap strategi Partai Golkar Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi.
“Roadmap strategi lima tahun ke depan telah saya serahkan kepada ketua umum sebagai pegangan dan modal bersama kita untuk bekerja,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Partai Golkar Sulawesi Selatan menargetkan peningkatan kekuatan politik secara signifikan pada Pemilu mendatang, sekaligus memperkuat posisi partai sebagai salah satu kekuatan utama di tingkat nasional maupun daerah. (*)








