Menu

Mode Gelap
Polemik Dana Hibah Rp15 Miliar KONI Makassar, DRAA Segera Lapor ke Kejati, Sekda Angkat Suara, Ketua KONI Siapkan Langkah Hukum IAS Kembali Pimpin Golkar Sulsel, Targetkan Enam Kursi DPR RI dan 21 Kursi DPRD Provinsi Muh. Iwan, Dewan Redaksi Berita Kota Online, Rayakan Usia ke-64, Jadikan Keluarga sebagai Anugerah Terindah Perkuat Ekosistem Riset, JTIK PNUP Hadirkan Ahli Jepang Bahas Pertanian Masa Depan dalam Sharing Session  Appi Tegur OPD: Digitalisasi Pemkot Makassar Jangan Berhenti di Seremoni Mikael Risdiyanto Setyabudi, Jurnalis yang Memilih Tetap Berdiri di Atas Fakta

News

Perkuat Ekosistem Riset, JTIK PNUP Hadirkan Ahli Jepang Bahas Pertanian Masa Depan dalam Sharing Session 

badge-check

Ketua Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) PNUP, Iin Karmila Yusri, S.ST., M.Eng., Ph.D., bersama narasumber Dr.Eng. Irawan, S.ST., M.T., serta dosen dan mahasiswa usai Sharing Session bertema "Toward Integrating Distributed Computing Systems and Generative AI into Sustainable Agriculture". Ruang LT Teknik Elektro Kampus 2 PNUP, Makassar, Rabu (15/7/2026) (Foto: Tim Redaksi) Perbesar

Ketua Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) PNUP, Iin Karmila Yusri, S.ST., M.Eng., Ph.D., bersama narasumber Dr.Eng. Irawan, S.ST., M.T., serta dosen dan mahasiswa usai Sharing Session bertema "Toward Integrating Distributed Computing Systems and Generative AI into Sustainable Agriculture". Ruang LT Teknik Elektro Kampus 2 PNUP, Makassar, Rabu (15/7/2026) (Foto: Tim Redaksi)

PEDOMAN SUARA, MAKASSAR – Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat budaya riset dengan menghadirkan akademisi berpengalaman internasional dalam sebuah Sharing Session bertajuk “Toward Integrating Distributed Computing Systems and Generative AI into Sustainable Agriculture”, yang berlangsung di Ruang LT Teknik Elektro Kampus 2 PNUP, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi ilmiah bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pemanfaatan Distributed Computing Systems dan Generative AI dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture).

Selain berbagi perkembangan riset terkini, forum ini juga diharapkan menjadi pemantik lahirnya inovasi dan kolaborasi lintas disiplin di lingkungan PNUP.

Ketua Jurusan Teknik Informatika dan Komputer PNUP, Iin Karmila Yusri, S.ST., M.Eng., Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jurusan dalam membangun ekosistem riset yang semakin kuat sekaligus memotivasi dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

“Sharing Session ini menjadi wadah untuk memperkuat budaya riset, khususnya pada bidang Distributed Computing Systems dan Generative AI yang dapat diterapkan pada Sustainable Agriculture. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi dosen yang berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Perkuat Ekosistem Riset, JTIK PNUP Hadirkan Ahli Jepang Bahas Pertanian Masa Depan dalam Sharing Session 

Sebagai narasumber, JTIK PNUP menghadirkan Dr.Eng. Irawan, S.ST., M.T., seorang Postdoctoral Researcher di Toyohashi University of Technology, Jepang, yang juga merupakan dosen di Jurusan Teknik Informatika dan Komputer PNUP.

Ia merupakan lulusan program doktor (S3) bidang Distributed Computing System dari Kyushu Institute of Technology, Jepang.

Dalam pemaparannya, Dr.Eng. Irawan menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan yang justru membuka peluang besar bagi pengembangan riset berbasis teknologi informatika dan komputer.

Menurutnya, penerapan kecerdasan buatan dan sistem komputasi terdistribusi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya pangan (food cost), hingga memperkuat kapasitas produksi secara berkelanjutan.

“Beberapa tantangan yang dapat diubah menjadi peluang riset dalam bidang Sustainable Agriculture di antaranya Hardware Obstacles, Interoperability Issues, Networking Limitations, Energy Management, Hardware/Software Costs, serta Education and Training,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai tantangan tersebut membutuhkan pendekatan multidisiplin sehingga kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian di masa depan.

Sharing Session ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknik Informatika dan Komputer serta Jurusan Teknik Elektro PNUP.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam membahas peluang penelitian maupun implementasi teknologi kecerdasan buatan di sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini, JTIK PNUP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif dan berdaya saing global.

Dengan menghadirkan peneliti berpengalaman dari Jepang, jurusan berharap lahir lebih banyak riset inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi transformasi digital dan kemajuan pertanian berkelanjutan di Indonesia. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending di News