PEDOMAN SUARA, MAKASSAR – Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat budaya riset dengan menghadirkan akademisi berpengalaman internasional dalam sebuah Sharing Session bertajuk “Toward Integrating Distributed Computing Systems and Generative AI into Sustainable Agriculture”, yang berlangsung di Ruang LT Teknik Elektro Kampus 2 PNUP, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi ilmiah bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pemanfaatan Distributed Computing Systems dan Generative AI dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture).
Selain berbagi perkembangan riset terkini, forum ini juga diharapkan menjadi pemantik lahirnya inovasi dan kolaborasi lintas disiplin di lingkungan PNUP.
Ketua Jurusan Teknik Informatika dan Komputer PNUP, Iin Karmila Yusri, S.ST., M.Eng., Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jurusan dalam membangun ekosistem riset yang semakin kuat sekaligus memotivasi dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.
“Sharing Session ini menjadi wadah untuk memperkuat budaya riset, khususnya pada bidang Distributed Computing Systems dan Generative AI yang dapat diterapkan pada Sustainable Agriculture. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi dosen yang berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sebagai narasumber, JTIK PNUP menghadirkan Dr.Eng. Irawan, S.ST., M.T., seorang Postdoctoral Researcher di Toyohashi University of Technology, Jepang, yang juga merupakan dosen di Jurusan Teknik Informatika dan Komputer PNUP.
Ia merupakan lulusan program doktor (S3) bidang Distributed Computing System dari Kyushu Institute of Technology, Jepang.
Dalam pemaparannya, Dr.Eng. Irawan menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan yang justru membuka peluang besar bagi pengembangan riset berbasis teknologi informatika dan komputer.
Menurutnya, penerapan kecerdasan buatan dan sistem komputasi terdistribusi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya pangan (food cost), hingga memperkuat kapasitas produksi secara berkelanjutan.
“Beberapa tantangan yang dapat diubah menjadi peluang riset dalam bidang Sustainable Agriculture di antaranya Hardware Obstacles, Interoperability Issues, Networking Limitations, Energy Management, Hardware/Software Costs, serta Education and Training,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai tantangan tersebut membutuhkan pendekatan multidisiplin sehingga kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian di masa depan.
Sharing Session ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknik Informatika dan Komputer serta Jurusan Teknik Elektro PNUP.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam membahas peluang penelitian maupun implementasi teknologi kecerdasan buatan di sektor pertanian.
Melalui kegiatan ini, JTIK PNUP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif dan berdaya saing global.
Dengan menghadirkan peneliti berpengalaman dari Jepang, jurusan berharap lahir lebih banyak riset inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi transformasi digital dan kemajuan pertanian berkelanjutan di Indonesia. (*)








