Menu

Mode Gelap
Polsek Somba Opu Bekuk Pemilik Pegadaian, 23 Warga Menanti Motor yang Sudah Ditebus Layanan Dottoro’ta Kassi-Kassi, Tim Medis Datangi Rumah Warga yang Butuh Pertolongan Usai Antrean BBM, Harga Gas Melon 3 Kg di Gowa Melonjak 50 Persen Datangi Propam Polda Sulsel, Kuasa Hukum Pertanyakan Dua Dumas yang Belum Jelas Tindak Lanjutnya Polda Sulsel Terbitkan SPDP Kasus Investasi Stone Crusher Rp6,7 Miliar, Aliran Dana Mulai Ditelusuri Diduga Dipukul hingga Tak Sadarkan Diri, Warga Gowa Dibawa dari Rumah Sakit ke Mapolresta Tanpa Izin Dokter

News

Usai Antrean BBM, Harga Gas Melon 3 Kg di Gowa Melonjak 50 Persen

badge-check

Harga gas melon 3 kg di Gowa melonjak 50 persen menjadi Rp30 ribu per tabung. Warga mengeluhkan kelangkaan dan kenaikan harga, Selasa (15/09/2026) (Foto: Istimewa) Perbesar

Harga gas melon 3 kg di Gowa melonjak 50 persen menjadi Rp30 ribu per tabung. Warga mengeluhkan kelangkaan dan kenaikan harga, Selasa (15/09/2026) (Foto: Istimewa)

PEDOMAN SUARA, GOWA – Persoalan kebutuhan energi di Kabupaten Gowa belum sepenuhnya mereda. Setelah warga mengeluhkan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM), kini harga LPG 3 kilogram atau gas melon di sejumlah warung dilaporkan mengalami kenaikan.

Harga eceran gas melon yang sebelumnya berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per tabung, kini disebut mencapai Rp30.000. Kenaikan tersebut setara sekitar 50 persen dari harga sebelumnya.

Kondisi itu dikeluhkan warga karena LPG 3 kg menjadi salah satu kebutuhan penting rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Isma, warga Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, mengaku terpaksa membeli gas melon meski harganya telah mencapai Rp30.000 per tabung.

“Kami mau tidak mau harus beli. Meski disebut subsidi, karena sulit didapat, kita harus beli dengan harga warung. Rp30.000 mungkin tak seberapa bagi orang berduit, tapi berbeda dengan kami,” keluh Isma, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, kenaikan harga LPG 3 kg cukup membebani pengeluaran rumah tangga. Terlebih, suaminya bekerja sebagai buruh harian dengan pendapatan yang bergantung pada ketersediaan pekerjaan.

LBH Minta Distribusi Gas Melon Dicek

Keluhan warga tersebut mendapat perhatian dari Humas LBH Macan Rakyat Indonesia, Harmoko alias Bang Moko.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Gowa melalui dinas terkait bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi segera melakukan pengecekan di lapangan.

“Kami berharap keluhan masyarakat dicek dan ditindaklanjuti. Jangan sampai ketidakwajaran harga ini tidak sampai ke pimpinan mereka. Pangkalan maupun pengecer yang menjual di luar harga standar harus diawasi,” tegas Harmoko.

Harmoko juga meminta pemerintah memastikan kelancaran distribusi LPG 3 kg hingga ke tingkat pangkalan dan pengecer.

Pengecekan tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab sulitnya masyarakat memperoleh gas melon serta faktor yang menyebabkan harga eceran meningkat.

Pertamina Sebut Harga di Luar Ketentuan Perlu Ditindaklanjuti

LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang penyalurannya memiliki ketentuan harga dan distribusi yang ditetapkan pemerintah.

Karena itu, apabila ditemukan penjualan yang tidak sesuai ketentuan, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap rantai distribusinya untuk memastikan sumber persoalan.

Dihubungi terpisah, salah satu staf Pertamina menyatakan persoalan harga LPG di luar ketentuan merupakan hal yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan maupun kenaikan harga LPG 3 kg di sejumlah titik di Kabupaten Gowa.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengecek ketersediaan LPG 3 kg, jalur distribusi, serta kemungkinan adanya penjualan yang tidak sesuai ketentuan.

Redaksi terbuka terhadap informasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait mengenai kondisi distribusi serta harga LPG 3 kg di Kabupaten Gowa. (Tim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending di News