Menu

Mode Gelap
Pemkot Makassar dan MAKI Sulsel Perkuat Edukasi Pencegahan Narkoba di Kecamatan Mariso Pengurus Baru PGIW Sulselra Sambangi Wali Kota, Bahas Kolaborasi Pembangunan dan Kerukunan Makassar Half Marathon 2026 Sukses, Perumda Parkir Hadirkan Layanan Parkir Aman dan Transparan Bayu Skak Guncang Tulungagung, Temu Sapa Pemain Film Sekawan Limo 2 Diserbu Penggemar Makassar Raih Penghargaan Bergengsi Terbaik I Creative Financing dari Kemendagri Qualoka Hadir di Makassar, Buka Peluang UMKM Souvenir Tembus Pasar Nasional

News

Pemkot Makassar dan MAKI Sulsel Perkuat Edukasi Pencegahan Narkoba di Kecamatan Mariso

badge-check


					Suasana Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar MAKI Sulsel bersama Pemkot Makassar, diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Mariso, Makassar, Rabu (3/6/2026) (Foto: Arya) Perbesar

Suasana Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar MAKI Sulsel bersama Pemkot Makassar, diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Mariso, Makassar, Rabu (3/6/2026) (Foto: Arya)

PEDOMAN SUARA, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Masyarakat Anti Narkotika Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan terus memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan,

Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Mariso, Jalan Seroja, Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, Badan Narkotika Nasional (BNN), tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat sebagai bagian dari gerakan bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Mewakili Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menegaskan bahwa narkoba masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda dan ketahanan keluarga.

“Narkoba ancaman nyata bagi generasi. Kehadiran kita semua hari ini untuk menumbuhkan komitmen bersama melawan ancaman narkoba,” kata Nursaidah saat membuka kegiatan.

Menurutnya, peredaran narkotika saat ini telah berkembang menjadi kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang tidak lagi mengenal batas wilayah maupun kelompok sosial.

“Narkoba adalah musuh bersama. Peredarannya tidak hanya merusak fisik dan mental pengguna, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda dan ketahanan keluarga kita,” ujarnya.

Nursaidah menegaskan bahwa Pemkot Makassar memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kota Makassar sebagai Kota Bersinar atau Bersih Narkoba. Namun keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Upaya ini tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pihak kepolisian atau BNN. Diperlukan kolaborasi, sinergi dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap langkah MAKI Sulsel yang secara konsisten melaksanakan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba hingga tingkat masyarakat.

Mewakili Kepala BNNP Sulsel, Anggita Ariati dari Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) menilai kegiatan yang dilakukan MAKI Sulsel merupakan bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam mendukung program pencegahan narkotika.

“Kami dari BNN Provinsi Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan teman-teman MAKI Sulsel. Ini luar biasa karena langsung turun ke masyarakat sehingga dampaknya bisa dirasakan secara langsung,” katanya.

Menurut Anggita, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas hingga menjangkau seluruh kecamatan di Kota Makassar.

“Harapannya bukan hanya di Kecamatan Mariso, tetapi bisa menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.

Anggita juga mengingatkan bahwa kelompok usia remaja dan pelajar saat ini menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap ancaman narkotika. Bahkan, fenomena penyalahgunaan liquid sintetis mulai ditemukan di kalangan siswa SMP dan SMA.

“Saat ini yang sangat terancam adalah anak-anak usia remaja dan produktif, terutama yang masih usia sekolah. Liquid sintetis sekarang sedang marak di kalangan remaja,” ungkapnya.

Karena itu, BNNP Sulsel mendorong agar program edukasi dan sosialisasi pencegahan narkoba semakin banyak dilakukan di lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar.

Sementara itu, Ketua MAKI Sulsel, Hidayat Akbar SH, menegaskan pihaknya akan terus memperluas program sosialisasi P4GN sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah memberantas narkoba.

Menurutnya, edukasi yang berkelanjutan menjadi salah satu langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran bersama bahwa narkoba adalah musuh yang harus dilawan secara kolektif,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara Pemkot Makassar, BNNP Sulsel, MAKI Sulsel, aparat penegak hukum, serta masyarakat, diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat berjalan lebih efektif.

Sinergi tersebut juga menjadi bagian penting dalam melindungi generasi muda serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, produktif, dan bebas dari narkotika. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di News