Menu

Mode Gelap
Pemkot Makassar Bongkar 16 Lapak PKL di Barawajah untuk Perluasan Jalan Dari “Kitab MA HA IS MA YA” Hingga Diplomasi Spiritual Global dan Indonesia Akan Menjadi Mercu Suar Penerang Jagat Wali Kota Makassar Munafri Dorong MIWF 2026 Jadi Panggung Sastra Dunia Viral di Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Sinjai Akan Dibuatkan Masjid oleh Pemerintah Arab Saudi Jamaah Haji Gowa di Makkah Jalani Latihan Jalan Kaki Menuju Jamarat Kapolrestabes Makassar Ngopi Kamtibmas, Warga Diajak Awasi Anak dari Bahaya Geng Motor

News

Bunda PAUD Makassar Melinda Aksa Dorong Parenting Inklusif, Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

badge-check


					Bunda PAUD Makassar Melinda Aksa foto bersama peserta usai membuka kegiatan parenting PAUD inklusif di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/04/2026) (Foto: Istimewa) Perbesar

Bunda PAUD Makassar Melinda Aksa foto bersama peserta usai membuka kegiatan parenting PAUD inklusif di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/04/2026) (Foto: Istimewa)

PEDOMAN SUARA, MAKASSAR – Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang inklusif dan bebas diskriminasi.

 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan parenting PAUD inklusif di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan bertajuk pendampingan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar bekerja sama dengan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar.

Agenda ini dihadiri oleh kepala sekolah serta tenaga pendidik PAUD se-Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Melinda Aksa menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang unggul.

Ia menyebutkan bahwa pada fase usia dini, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat dan lingkungan yang mendukung.

“Pada fase ini, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat serta lingkungan yang mendukung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada lembaga pendidikan, tetapi juga sangat ditentukan oleh pola asuh dalam keluarga.

Menurutnya, orang tua memiliki peran strategis dalam memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“PAUD inklusif bukan sekadar menerima keberagaman anak, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Melinda juga mengaitkan pentingnya penguatan PAUD inklusif dengan visi Pemerintah Kota Makassar, yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”.

Ia menilai bahwa upaya meningkatkan akses pelayanan dan perlindungan bagi perempuan, anak, serta penyandang disabilitas menjadi landasan penting dalam mendorong sistem pendidikan yang adil dan merata.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa PAUD tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Dibutuhkan kolaborasi erat antara orang tua, guru, masyarakat, serta pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para orang tua dan pendidik dapat semakin memahami pentingnya pola pengasuhan atau parenting yang positif, penuh kasih sayang, serta responsif terhadap kebutuhan anak,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru PAUD dan tenaga kependidikan yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan cinta.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar, Ita Anwar, menyampaikan bahwa penyusunan konsep parenting dalam satuan PAUD inklusif menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik.

“Pemerintah Kota Makassar melalui DP3A terus berupaya menghadirkan program yang mendukung peningkatan kualitas hidup anak, termasuk melalui kegiatan pendampingan dan pengembangan lembaga layanan anak,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan parenting yang tepat akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan inklusif, khususnya bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Dalam kegiatan tersebut, Ita Anwar juga menyerahkan setangkai bunga mawar kepada Bunda PAUD Kota Makassar dan para peserta sebagai simbol semangat perjuangan perempuan yang terinspirasi dari sosok R.A. Kartini.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan psikolog, di antaranya Eva Meizara Puspita Dewi yang membawakan materi tentang pembangunan ekosistem parenting inklusif di PAUD, serta Zaenab Pontoh yang memaparkan strategi praktis dalam penanganan anak berkebutuhan khusus melalui kolaborasi antara guru dan orang tua.

Melalui pemaparan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai contoh kasus serta solusi praktis yang dapat diterapkan langsung di lingkungan pendidikan.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan PAUD inklusif di Kota Makassar secara berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar melalui DP3A bersama Pokja Bunda PAUD menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong sistem pendidikan anak usia dini yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada masa depan generasi yang lebih baik. (*)

Pewarta: Arya

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di News