PEDOMAN SUARA, MAKKAH – Jamaah haji asal Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Kloter 5 UPG Embarkasi Makassar mulai menjalani latihan jalan kaki menuju kawasan Jamarat di Mina sebagai bagian dari persiapan menghadapi puncak ibadah haji 2026.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (13/5/2026) itu diikuti ratusan jamaah usai melaksanakan salat Subuh berjamaah di mushalla hotel tempat mereka menginap di Makkah. Dengan penuh semangat, para jamaah berjalan bersama menuju kawasan Jamarat sambil mengenali jalur yang nantinya akan dilalui saat pelaksanaan lontar jumrah.
Ketua Kloter 5 UPG Embarkasi Makassar, H Sadli, mengatakan latihan tersebut bukan sekadar jalan santai, tetapi bagian dari edukasi lapangan untuk membantu jamaah memahami kondisi di Mina.
“Jamaah perlu mengenali langsung medan perjalanan menuju Jamarat agar nanti saat puncak haji tidak bingung. Ini juga menjadi bagian dari simulasi program tanazul,” ujar H Sadli.
Ia menjelaskan, jamaah Zona 5 Mina menempati Sektor 3 dengan jarak hotel menuju Jamarat sekitar 1,5 kilometer. Karena itu, kesiapan fisik jamaah menjadi perhatian utama petugas haji.
Menurutnya, jutaan jamaah dari berbagai negara akan memadati kawasan Mina saat hari-hari tasyrik. Kondisi tersebut membuat kemampuan fisik jamaah harus benar-benar dipersiapkan sejak dini.
“Latihan jalan kaki ini penting untuk menjaga stamina jamaah. Aktivitas di Mina cukup padat dan membutuhkan tenaga besar, apalagi cuaca di Tanah Suci cukup panas,” katanya.
Selain penguatan fisik, petugas kloter juga memberikan penjelasan mengenai titik-titik penting di jalur menuju Jamarat. Jamaah diperkenalkan dengan arah perjalanan, akses masuk dan keluar, hingga lokasi yang menjadi titik kumpul saat lontar jumrah berlangsung.
Suasana latihan berlangsung penuh antusias. Para jamaah tampak menikmati perjalanan sambil saling menyemangati satu sama lain. Tidak sedikit jamaah yang memanfaatkan momen tersebut untuk mendokumentasikan perjalanan mereka menuju kawasan Jamarat.
Salah seorang jamaah asal Gowa mengaku kegiatan itu membuat dirinya lebih siap menghadapi fase Armuzna.
“Kalau sudah melihat langsung jalurnya, tentu lebih tenang. Nanti saat lontar jumrah kami tidak lagi terlalu khawatir,” ujarnya.
Petugas haji berharap kegiatan latihan berjalan kaki tersebut dapat membantu jamaah menjaga kondisi tubuh sekaligus memahami pola pergerakan di Mina agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, lancar, dan tertib.
Dengan persiapan fisik dan pemahaman lokasi yang matang, jamaah haji asal Gowa diharapkan mampu menjalani seluruh rangkaian puncak ibadah haji dengan lebih nyaman dan khusyuk di Tanah Suci. (*)








