PEDOMANSUARA.COM, MAKASSAR –Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik dengan memfasilitasi wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan saat orang nomor satu di Makassar tersebut menerima audiensi pengurus PWI Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis (30/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Munafri yang akrab disapa Appi menyatakan Pemerintah Kota Makassar siap memfasilitasi wartawan, khususnya yang bertugas di lingkup Balai Kota, untuk mengikuti UKW sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan standar kerja jurnalistik.
“Kami akan memfasilitasi wartawan yang bertugas di Balai Kota untuk mengikuti UKW guna meningkatkan kompetensi profesi,” ujar Munafri.
Ia menjelaskan, program ini menjadi langkah konkret pemerintah kota dalam mendorong wartawan memiliki sertifikasi kompetensi, sehingga mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berintegritas, dan sesuai kode etik.
UKW yang difasilitasi ini dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Makassar. Meski kuota peserta terbatas, Munafri menegaskan tahap awal akan diprioritaskan bagi wartawan yang selama ini aktif meliput kegiatan pemerintahan di Balai Kota.
Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar bantuan teknis, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem pers yang lebih kredibel dan bertanggung jawab di Kota Makassar.
“Peran media sangat strategis dalam pembangunan daerah. Informasi yang disampaikan harus akurat, berimbang, dan edukatif. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui UKW sangat penting,” jelasnya.
Munafri juga membuka peluang perluasan program ini ke depannya. Jika pelaksanaan tahap awal berjalan baik, Pemkot Makassar akan mempertimbangkan untuk memfasilitasi lebih banyak wartawan secara bertahap dengan mekanisme yang terukur dan objektif.
Selain dukungan terhadap peningkatan kompetensi, Pemkot Makassar juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang bagi wartawan di Balai Kota. Media center disediakan lengkap dengan meja kerja, komputer, televisi, hingga fasilitas pendukung lainnya guna menunjang aktivitas peliputan.
“Semua kebutuhan dasar teman-teman media kami upayakan terpenuhi. Ini bagian dari komitmen kami mendukung kerja jurnalistik,” tambah Munafri.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai fondasi hubungan antara pemerintah dan media. Pemkot Makassar, kata dia, berkomitmen menjaga komunikasi yang transparan dan interaktif dengan insan pers.
“Kami ingin hubungan dengan media terjalin baik. Selain keterbukaan informasi, kami juga mendorong wartawan yang belum UKW untuk segera mendaftar. Pemerintah kota siap memfasilitasi,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan PWI Sulsel, Daswar M Rewo, menyambut positif langkah yang diambil Pemkot Makassar. Ia menilai dukungan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kualitas wartawan di daerah.
“Kami mengapresiasi komitmen Wali Kota Makassar dalam mendukung kinerja jurnalis. Ini langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme insan pers,” ujarnya.
Daswar juga mengungkapkan bahwa ke depan PWI Sulsel akan lebih aktif melibatkan generasi muda dalam berbagai program, termasuk pelaksanaan UKW, guna menciptakan regenerasi jurnalis yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi, diharapkan kualitas pemberitaan di Makassar semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi dan mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. (*)








