Menu

Mode Gelap
Pemkot Makassar Bongkar 16 Lapak PKL di Barawajah untuk Perluasan Jalan Dari “Kitab MA HA IS MA YA” Hingga Diplomasi Spiritual Global dan Indonesia Akan Menjadi Mercu Suar Penerang Jagat Wali Kota Makassar Munafri Dorong MIWF 2026 Jadi Panggung Sastra Dunia Viral di Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Sinjai Akan Dibuatkan Masjid oleh Pemerintah Arab Saudi Jamaah Haji Gowa di Makkah Jalani Latihan Jalan Kaki Menuju Jamarat Kapolrestabes Makassar Ngopi Kamtibmas, Warga Diajak Awasi Anak dari Bahaya Geng Motor

News

May Day Fest 2026 di Makassar Berubah Konsep Humanis Tanpa Demo, Libatkan 10 Ribu Peserta

badge-check


					Ketua Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, memaparkan konsep May Day Fest 2026 yang humanis dan inklusif kepada awak media di Makassar, Kamis (30/4/2026) (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, memaparkan konsep May Day Fest 2026 yang humanis dan inklusif kepada awak media di Makassar, Kamis (30/4/2026) (Foto: Istimewa)

PEDOMANSUARA.COM, MAKASSAR –Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Makassar menghadirkan wajah baru. Tidak lagi identik dengan aksi demonstrasi di jalanan, perayaan tahun ini dikemas dalam konsep humanis dan inklusif melalui kegiatan bertajuk May Day Fest 2026 yang dipusatkan di Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026).

Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini diperkirakan melibatkan sekitar 10 ribu peserta dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari serikat buruh, petani, pedagang kaki lima, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat sipil lainnya yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Rakyat.

Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, menegaskan bahwa konsep May Day tahun ini sengaja diubah agar lebih partisipatif dan tidak melulu diwarnai aksi turun ke jalan.

“Peringatan May Day kali ini kami buat berbeda. Tidak hanya aksi, tapi ada empat kegiatan utama yang kami siapkan,” ujar Akhmad saat memaparkan konsep kegiatan, Kamis (30/4/2026).

Rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pagi hari dengan jalan sehat atau fun walk pada pukul 06.00 WITA. Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran SKPD.

Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan rapat akbar atau fair gathering pada pukul 08.00 hingga 08.30 WITA. Dalam forum ini, para pimpinan daerah dan pemangku kebijakan diundang untuk menyampaikan pandangan mereka terkait isu-isu ketenagakerjaan yang tengah dihadapi buruh.

“Kami ingin para pimpinan daerah bisa menyampaikan langsung bagaimana sikap mereka terhadap nasib buruh hari ini,” jelas Akhmad.

Selain itu, suasana perayaan juga akan diramaikan dengan bazar UMKM yang memberi ruang bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil untuk berjualan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan di tengah momentum Hari Buruh.

Sebagai penutup, panggung rakyat akan digelar dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Panggung ini menjadi simbol ekspresi sekaligus ruang hiburan bagi masyarakat yang hadir.

BACA JUGA:

Audiensi PWI Sulsel, Wali Kota Makassar Siapkan Fasilitas UKW untuk Wartawan Balai Kota

Jelang May Day 2026, KGR Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Sampaikan 11 Tuntutan Utama

Akhmad menyebutkan, sebanyak 43 organisasi dipastikan terlibat dalam peringatan May Day 2026 di Makassar. Di antaranya empat konfederasi besar buruh seperti Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Serikat Gabungan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI/KSBC), dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Tak hanya itu, sejumlah organisasi dari sektor lain seperti Serikat Petani Indonesia, pekerja perkebunan, mahasiswa, hingga pedagang pasar tradisional juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Dalam momentum tersebut, Koalisi Gerakan Rakyat tetap membawa sejumlah isu strategis. Di antaranya mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan, menolak sistem upah murah dan outsourcing, serta menuntut reforma agraria sejati.

Selain itu, persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK), pentingnya industrialisasi dan hilirisasi nasional, hingga penegakan hukum ketenagakerjaan juga menjadi sorotan utama.

“Kami ingin agar isu-isu buruh ini benar-benar mendapat perhatian serius, termasuk penegakan hukum yang selama ini masih lemah,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar menyambut positif konsep baru perayaan May Day tersebut. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai, peringatan Hari Buruh harus menjadi momentum kebahagiaan sekaligus ruang kolaborasi antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha.

“May Day tahun ini menjadi perhatian ekstra bagi kita semua. Kita ingin perayaan ini berlangsung meriah, aman, dan penuh kegembiraan,” ujarnya.

Munafri memastikan, pemerintah kota telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung guna menunjang kelancaran kegiatan. Koordinasi juga dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Dengan konsep humanis tanpa demonstrasi, May Day Fest 2026 di Makassar diharapkan menjadi model baru perayaan Hari Buruh di Indonesia.

Tidak hanya sebagai simbol perjuangan, tetapi juga ruang dialog, kolaborasi, dan konsolidasi seluruh elemen masyarakat dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di News