PEDOMAN SUARA, MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar membuka kanal Telegram resmi sebagai pusat informasi dan layanan pengaduan selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berlangsung.
Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat, khususnya orang tua siswa, mendapatkan informasi terbaru sekaligus melaporkan kendala teknis yang terjadi saat proses pendaftaran online.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan kanal Telegram resmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik berbasis digital dalam pelaksanaan SPMB 2026.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi yang cepat, resmi, dan mudah dijangkau selama proses SPMB berlangsung,” ujar Achi Soleman, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, keberadaan kanal Telegram juga bertujuan meminimalkan penyebaran informasi yang tidak valid terkait proses penerimaan peserta didik baru di Kota Makassar.
Selain sebagai pusat informasi, kanal tersebut juga disiapkan sebagai ruang pengaduan masyarakat apabila mengalami kendala saat mengakses sistem pendaftaran SPMB 2026 berbasis Lontara+.
“Tim teknis kami akan terus memantau laporan masyarakat agar setiap kendala bisa segera ditangani,” katanya.
Disdik Makassar sebelumnya telah melakukan simulasi sistem SPMB 2026 pada 13 hingga 14 Mei 2026. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala teknis, termasuk masalah NISN siswa yang belum terbaca di sistem.
Karena itu, masa simulasi diperpanjang hingga 21 Mei 2026 guna memberi kesempatan kepada sekolah dan orang tua untuk melakukan penyesuaian data.
Achi menjelaskan bahwa seluruh sekolah SD dan SMP di Kota Makassar juga telah diminta melakukan sinkronisasi data siswa melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Langkah tersebut penting agar Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) peserta didik dapat terintegrasi langsung dengan sistem pusat milik Kementerian Pendidikan.
“Data siswa yang valid menjadi kunci utama agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa hambatan,” jelasnya.
Sementara itu, Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menyebut sistem SPMB Lontara+ dirancang lebih transparan dan human-centered sehingga mudah digunakan masyarakat.
Menurutnya, tim teknis terus melakukan penyempurnaan terhadap tampilan dan alur sistem berdasarkan masukan masyarakat selama masa simulasi berlangsung.
“Masih ada masyarakat yang bingung dengan mekanisme login menggunakan NISN. Karena itu kami terus menyederhanakan sistem agar lebih mudah dipahami,” ujar Gita.
Selain memperkuat sistem digital, Disdik Makassar juga melakukan penguatan infrastruktur server guna mengantisipasi lonjakan akses saat pendaftaran resmi dibuka.
Server untuk jenjang TK, SD, dan SMP bahkan dipisahkan agar sistem tetap stabil ketika diakses secara bersamaan oleh ribuan pengguna.
“Kami sudah melakukan uji ketahanan sistem hingga tiga kali untuk memastikan layanan tetap berjalan stabil,” tambahnya.
Pemerintah Kota Makassar berharap seluruh tahapan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan efisien melalui dukungan layanan digital yang terintegrasi.
Orang tua siswa juga diimbau menyiapkan dokumen administrasi sejak dini, seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, KTP orang tua, serta surat keterangan lulus agar proses pendaftaran tidak mengalami kendala. (*)








