Menu

Mode Gelap
Eksekusi Tanah Parang Tambung: Advokat Nilai AJB 135/KT/1984 Cacat Hukum, Dugaan Pengrusakan Masuk Ranah Hukum Polresta Gowa Terbitkan DPO, Ramadhan Kini Jadi Buron Kasus Dugaan Asusila Anak Di Bawah Umur Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU di Makassar, Lintas Mata Nusantara Desak Pemerintah dan Pertamina Bertindak Sekdes Tinggimae Diduga Halangi Kerja Jurnalistik, Sorot Sulsel Desak Polres Gowa Bertindak Massa LPRI Geruduk Polresta Gowa, Kasat Reskrim Janji 7×24 Jam Tangkap Terlapor Dugaan TPKS Anak di Bawah Umur Motor Modifikasi Thunder Bikin Resah Pengendara di Antrean SPBU Bawakaraeng-Urip Sumoharjo

News

Pemkot Makassar Bongkar 16 Lapak PKL di Barawajah untuk Perluasan Jalan

badge-check

Petugas Kecamatan Panakkukang bersama Satpol PP membongkar lapak PKL yang berdiri di atas lahan fasum di kawasan Barawajah untuk mendukung perluasan akses jalan, Makassar, Jumat (15/5/2026) (Foto: Istimewa) Perbesar

Petugas Kecamatan Panakkukang bersama Satpol PP membongkar lapak PKL yang berdiri di atas lahan fasum di kawasan Barawajah untuk mendukung perluasan akses jalan, Makassar, Jumat (15/5/2026) (Foto: Istimewa)

PEDOMAN SUARA, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai membuka kembali ruang publik yang selama bertahun-tahun tertutup bangunan semi permanen di kawasan Barawaja, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang.

Sebanyak 16 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum) di sisi jalan samping tol dibongkar oleh Pemkot Makassar,  sebagai bagian dari penataan kawasan dan perluasan akses jalan, Jumat (15/5/2026).

Penertiban dipimpin langsung Pemerintah Kecamatan Panakkukang bersama Satpol PP, aparat kelurahan, serta dukungan RT dan RW setempat.

Lapak-lapak tersebut diketahui telah berdiri selama kurang lebih 20 tahun dan sebagian besar menutupi bahu jalan hingga saluran drainase.

Akibatnya, akses kendaraan di kawasan itu menjadi sempit dan rawan membahayakan pengguna jalan.

Terutama karena jalur tersebut kerap dilalui kendaraan besar.

Camat Panakkukang, Syahril, S.STP, mengatakan penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasum sekaligus mendukung pelebaran akses jalan di kawasan Barawajah.

“Hari ini kami melakukan penertiban di wilayah samping jalan tol, tepatnya di Kampung Barawajah, Kelurahan Karuwisi Utara,” ujarnya.

Menurut Syahril, pemerintah sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan kepada para pemilik lapak sebelum pembongkaran dilakukan.

Pendekatan yang dipilih pun bukan dengan tindakan represif, melainkan dialog dan edukasi secara bertahap.
Hasilnya, sebagian besar pemilik lapak memilih membongkar sendiri bangunannya tanpa perlawanan.

“Alhamdulillah, sebagian besar pemilik lapak memiliki kesadaran dan membongkar lapaknya secara mandiri,” katanya.

Dia menyebut langkah persuasif tersebut sengaja dilakukan agar penataan wilayah tetap berjalan tanpa memicu konflik di tengah masyarakat.

Meski begitu, sempat ada satu pemilik lapak yang bertahan dan menolak dilakukan penertiban. Namun setelah dilakukan komunikasi intensif, pemilik lapak akhirnya bersedia mengikuti aturan pemerintah.

“Ada satu yang awalnya bersikeras, namun setelah kami berdiskusi dan memberikan pemahaman, yang bersangkutan akhirnya mau membongkar sendiri lapaknya,” tambah Syahril.

Selain mempersempit jalan, keberadaan lapak di atas drainase juga dinilai mengganggu fungsi infrastruktur lingkungan dan berpotensi menyebabkan genangan saat hujan deras.

Pemerintah Kecamatan Panakkukang memastikan area tersebut nantinya akan dikembalikan sesuai fungsi awalnya sebagai akses jalan dan fasilitas umum warga.

Penataan kawasan Barawajah juga disebut menjadi bagian dari program lanjutan Pemkot Makassar dalam menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas fasum dan fasos.

“Kami akan kembali melakukan penyisiran di titik-titik lain. Penertiban lanjutan akan kami agendakan kembali dalam waktu dekat,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending di News