PEDOMAN SUARA, MAKASSAR –Lembaga Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan komitmennya dalam upaya melawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dengan menyiapkan program sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang akan menjangkau 15 kecamatan di Kota Makassar.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua MAKI Sulsel dalam rapat panitia pelaksana yang dipimpin Ketua MAKI Sulsel, Hidayat Akbar, SH, didampingi Pembina M. Yusri Maliang, SH, serta dihadiri Sekretaris Marissa, SH, Koordinator Divisi SDM, penanggung jawab kegiatan, dan anggota tim pelaksana.
Turut hadir Ketua Shelter Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate, Suardi dan sejumlah awak media, berlangsung di Daun Coffee jalan Daeng Tata Makassar, Rabu (06/5/2026).
Ketua MAKI Sulsel, Hidayat Akbar, menegaskan bahwa rapat ini menjadi forum strategis untuk merumuskan desain program yang terarah, sistematis, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Hidayat mengatakan upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan komprehensif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami menegaskan komitmen untuk melawan narkoba melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan. Sosialisasi P4GN ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi harus mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program akan dimulai dari Kecamatan Tamalate sebagai lokus awal, sebelum diperluas secara bertahap ke kecamatan lainnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi utama dalam memastikan efektivitas program di lapangan.
“Kami menargetkan 15 kecamatan di Kota Makassar menjadi bagian dari gerakan P4GN ini. Harapannya, setiap wilayah memiliki ruang edukasi yang aktif sehingga pencegahan narkotika bisa berjalan secara merata,” tambahnya.
Sekretaris MAKI Sulsel, Marissa, SH, mengungkapkan bahwa pada tahap awal, kegiatan akan melibatkan 11 kelurahan di Kecamatan Tamalate sebagai basis pelaksanaan di tingkat komunitas.
“Kegiatan ini melibatkan 11 kelurahan, serta akan berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Pemerintah Kota Makassar, BNNP Sulsel, dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Menurut Marissa, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan program, mengingat persoalan narkotika memiliki dimensi sosial yang kompleks.
Dalam rapat tersebut, MAKI Sulsel membahas berbagai aspek strategis, mulai dari desain sosialisasi, metode penyampaian materi, hingga pola komunikasi publik yang akan diterapkan di masyarakat.
Pendekatan yang dirumuskan menitikberatkan pada edukasi partisipatif dengan keluarga sebagai fokus utama.
Pembina MAKI Sulsel, M. Yusri Maliang, menegaskan bahwa upaya pencegahan narkotika harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar memberikan dampak jangka panjang.
“Diperlukan kolaborasi semua pihak serta komitmen bersama agar program ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, MAKI Sulsel juga mendorong penguatan sinergitas dengan shelter di Kelurahan Parangtambung sebagai bagian dari pendekatan sosial dalam mendukung program P4GN.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan ruang pendampingan bagi masyarakat yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.
Dengan cakupan 15 kecamatan dan dukungan lintas sektor, MAKI Sulsel menargetkan sosialisasi P4GN dapat menjadi model gerakan berbasis komunitas dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkotika di Kota Makassar. (*)








