PEDOMANSUARA.COM, MAKASSAR –Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan unggul di tingkat nasional.
Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Makassar menjadi satu-satunya kota dari Indonesia Timur yang berhasil meraih kategori kinerja tertinggi.
Capaian ini sekaligus menempatkan Makassar sejajar dengan sejumlah kota besar di Indonesia dalam daftar penerima penghargaan pada peringatan Hari Otonomi Daerah 2026.
Dengan skor 3,6171, Makassar masuk dalam jajaran sembilan kota berkinerja terbaik secara nasional.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan dan dukungan masyarakat.
Ia menilai capaian ini bukan semata keberhasilan individu, melainkan buah dari sinergi yang terbangun secara konsisten.
“Penghargaan yang kita dapatkan adalah kerja kita bersama, bentuk kolaborasi dan kerja sama untuk memastikan pola layanan yang kita lakukan dan bagaimana tata kelola pemerintahan bisa berjalan dengan baik,” ujar Munafri kepada awak media di Balai Kota Makassar, Selasa (28/4/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Appi itu, keberhasilan meraih predikat tertinggi EPPD tidak lepas dari komitmen kuat seluruh jajaran pemerintah kota dalam menjaga kualitas pelayanan publik, transparansi, serta akuntabilitas kinerja.
Ia juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam penyampaian laporan pemerintahan yang dilakukan secara rutin dan tepat waktu sebagai salah satu indikator penilaian utama.
Lebih jauh, Munafri mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran pemerintah cepat berpuas diri.
Ia menekankan bahwa tantangan ke depan justru semakin besar, terutama dalam menjaga konsistensi kinerja dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kita berharap proses ini tidak membuat kita puas. Seluruh stakeholder menjadi bagian penting dalam jalannya tata pemerintahan,” imbuhnya.
Dalam konteks nasional, capaian Makassar menjadi sorotan tersendiri. Selain menjadi satu-satunya perwakilan dari kawasan Indonesia Timur, keberhasilan ini juga membuktikan bahwa daerah di luar Pulau Jawa mampu bersaing dan menunjukkan performa pemerintahan yang unggul.
Adapun kota lain yang masuk dalam kategori kinerja tertinggi EPPD 2025 antara lain Kota Bandung, Kota Blitar, Kota Denpasar, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.
Sementara itu, pada tingkat provinsi, penghargaan serupa diberikan kepada DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.
Munafri menambahkan bahwa momentum Hari Otonomi Daerah ke-30 harus dimaknai sebagai refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam membangun pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Juga kita akan memperkuat tata kelola pemerintahan, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang akuntabel dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintahan daerah.
Kolaborasi antara pemerintah kota, DPRD, Forkopimda, serta koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dinilai menjadi kunci keberhasilan yang harus terus dipertahankan.
“Tentu, kami bersama DPRD Kota Makassar, Forkopimda, serta koordinasi dengan pemerintah Provinsi dan Pusat, ini menjadi kekuatan untuk menjalankan sistem pemerintahan yang baik,” tutupnya.
Sementara itu, apresiasi juga datang dari Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi.
Ia secara langsung menyampaikan ucapan selamat atas capaian Pemerintah Kota Makassar dalam meraih penghargaan nasional tersebut.
“Saya kesini, menyampaikan selamat atas penghargaan yang baru saja diraih oleh Wali Kota Makassar. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan,” ujar Ohashi.
Menurutnya, prestasi yang diraih Makassar mencerminkan kepemimpinan yang efektif serta sistem pemerintahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Capaian ini memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu daerah dengan kinerja pemerintahan terbaik di Indonesia.
Lebih dari itu, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa transformasi tata kelola pemerintahan yang baik dapat diwujudkan melalui kolaborasi, konsistensi, dan komitmen bersama seluruh elemen daerah. (*)
Pewarta: Rahman








